Proses pindah hati juga sama seperti pindah rumah. terkadang kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Kita membandingkan, secara sadar ataupun tidak, cara mereka berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di dalam masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu.
Ini mungkin alesan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karena perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan. (Manusia Setengah Salmon: 243-244, Raditya Dika)

Bagi sebagian orang, rumah adalah kasur kecil yang ditaruh di atas lantai berukuran empat kali empat meter. Bagi orang yang lain, rumah adalah bangunan minimalis besar di kawasan Kebayoran Baru. Bagi orang lain, rumah mereka adalah jalanan karena tidak punya rumah. Bagi orang yang lain lagi, rumah bermacam-macam karena property nya banyak tersebar di seluruh Indonesia.
Bagi gue, rumah adalah dia. karena dia adalah tempat gue pulang. Karena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan, dan menawarkan kenyamanan. (:245)
HIDUP penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. kita sering berpikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang diakrabi, hal-hal yang lama ini membuat kta senang dan nyaman. Akhirnya, melakukan perpindahan ke tempat baru membuat kita dihantui rasa cemas. Apakah akan sama enaknya? Apakah akan sama menyenangkannya? Apakah akan lebih baik?
Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan ditempat yang sama. Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan, rela mati ditengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.
Ternyata, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah. (:255-256)
Gue hanya perlu mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil diantara semua perpindahan ini. (:258)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar