"it would take a whole lot of medication to realize what we used to have we don't have it anymore"

Sabtu, 09 Februari 2013

Silahkan Dibaca

jadi sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan seperti ini? 
terus bersembunyi dibalik sunyi, tidak ada kata menyapa, dan saling berteriak dalam diam menyatakan ketidakperdulian satu sama lain. menampakkan keangkuhan masing-masing seakan bisa dan mampu hidup sendiri.
kita seperti terjebak dalam gengsi agung yang mengekang diri kita sendiri. ingin, namun lebih memilih untuk tidak mengalah demi mempertahankan kekerasan hati dan kepala. kita berdua sama-sama mengerti bagaimana harus menghentikan kekakuan ini, namun kita lebih memilih untuk tidak perduli atau bahkan pura-pura tidak perduli. sampai kita tega mengabaikan rindu yang menjadi satu-satunya senjata untuk mempersatukan kita.
tapi mengapa seakan kekuatan rindu sudah tidak mampu lagi mengalahkan keangkuhan dan ketidakperdulian itu? apakah cinta juga sudah mulai melangkah pergi dari hati kita? 
ketika bukti-bukti cinta mulai memudar, dan kata-kata yang akan mengembalikannya malah tenggelam dibalik keangkuhan.
kapan bisa kembali mendengar kata indah dari mulut kita untuk saling mengungkapkan cinta, sayang dan kerinduan yang tidak bisa dihalau lagi. kalau memang sikap dingin menjadi sebuah pembelaan, maka bahan bakar yang aku punya sudah mulai habis untuk menyalakan api. api yang bisa menghangatkan dinginnya suasana dan mencairkan hati yang beku. dimana kita simpan memori indah pernyataan cinta dan janji yang sudah diucapkan?  kita seakan sudah lupa dengan semua itu, lagi-lagi ketidakperduliaan dan keangkuhan menghilangkan rasa manusiawi kita. bahkan kita tega menyakiti satu sama lain dengan teriakan dalam diam.
kita sudah tidak mengenal diri kita, sibuk mempertahankan ideologi masing-masing dan hujatan-hujatan tidak langsung mulai berani disampaikan. ada apa dengan kita?!  siapa yang mulai berubah?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar